Monday, 28 May 2012

Pemberian Asi Eksklusif


1.     PENDAHULUAN(1,2,3)

Penggunaan Air Susu Ibu (ASI) di Indonesia perlu ditingkatkan dan dilestarikan. Dalam "pelestarian penggunaan ASI", yang terutama perlu ditingkatkan adalah pemberian ASI eksklusif, yaitu pemberian ASI segera (kurang lebih 30 menit setelah lahir) sampai bayi berumur 4 bulan dan memberikan kolostrum pada bayi (Depkes RI; 1992:15).
            Bila kesehatan ibu setelah melahirkan baik, menyusui merupakan cara memberi makan yang paling ideal untuk 4--6 bulan pertama sejak dilahirkan, karena ASI dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi. Setelah ASI tidak lagi cukup mengandung protein dan kalori, seorang bayi mulai memerlukan minuman/makanan pendamping ASI (Evi Nurvidya Anwar, 1992:5). (1,2,3)
            Gambaran mengenai pemberian ASI pada bayi ditunjukkan dalam SKRT. SKRT tersebut menunjukkan bahwa pada bayi umur 0--2 bln yang mulai diberi makanan pendamping cair sebesar 21,2%; makanan lumat/lembik 20,1%; dan makanan padat 13,7%. Pada bayi berumur 3--5 bln, yang mulai diberi makanan pendamping cair sebesar 60,2%; lumat/lembek 66,2%; dan padat 45,5% (Badan Litbangkes - BPS, SKRT 1992:46).
            Sementara itu, hasil penelitian di Jakarta menunjukkan bahwa para ibu memberi makanan pralaktal (susu formula dan madu) pada hari pertama atau hari kedua sebelum ASI diberikan, sedangkan yang menghindari pemberian kolostrum 62,6% (Unika-Atma Jaya 1990:15). Selain itu, hasil SDKI 1991 dan 1994 menunjukkan bahwa proporsi pemberian ASI eksklusif di pedesaan pada 1991 sebesar 54,9% dan menurun menjadi 48% pada 1994. Sedangkan di perkotaan pada 1991 sebesar 46,7% dan menurun menjadi 45,7% pada 1994 (Ratna Budiarso, 1995:84). (2,3)
Sampai saat ini, telah banyak informasi yang menggambarkan tentang besarnya prosentase pemberian ASI X eksklusif, tetapi belum banyak informasi yang menganalisis penyebab rendahnya pemberian ASI eksklusif. Oleh karena itu, rendahnya pemberian ASI eksklusif oleh para ibu masih perlu dipelajari, terutama yang berhubungan dengan latar belakang sosial ekonomi, sosial demografi, dan perawatan kesehatan waktu hamil serta melahirkan. (2,3)

2.     DEFINISI

Yang dimaksud dengan pemberian ASI Eksklusif, menurut Dr Utami Roesli, Ketua Lembaga Peningkatan Penggunaan ASI Sint Carolus, adalah bayi hanya diberi ASI saja tanpa makanan tambahan cairan lain. Misalnya susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih, dan tanpa bantuan bahan makanan padat seperti pisang, pepaya, nasi yang dilembutkan, bubur susu, biskuit, bubur nasi, tim, dan lain sebagainya.
Kegunaan pemberian ASI Ekslusif ini tidak hanya diperoleh bayi, ibu yang menyusuinya pun akan mendapatkan keuntungan, yaitu, si  ibu akan lebih cepat kembali ke berat badan yang normal, ini disebabkan adanya refleks prolaktin yang bisa mempercepat pengerutan rahim(1,3)


3.     FISIOLOGI PROSES MENYUSUI

Dipacu oleh meningkatnya produksi prolaktin dan oksitosin sebagai respons terhadap stimulasi hisapan mulut bayi (sucking). Dengan meningkatnya prolaktin, terjadi produksi air susu, sementara oksitosin menyebabkan kontraksi mammae yang membantu pengeluaran air susu. Oksitosin juga berfungsi meningkatkan kontraksi uterus sehingga membantu involusi. Setelah tercapai tingkat kontraksi tertentu, kadar prolaktin dan oksitosin menurun kembali (feedback negatif), sehingga produksi dan pengeluaran terhenti. Produksi ASI dirangsang melalui “let down reflex” yaitu rangsang puting – hipofisis – prolaktin – kelenjar susu. Demikian juga oksitosin akan keluar sebagai hormon yang memompa mioepitel duktus mamaria. Pada saat menyusui mungkin ibu merasakan ngilu / kontraksi di daerah usus karena pengaruh oksitosin yang meningkat juga terhadap uterus. (3,4,5)

4.     KANDUNGAN ASI

Air susu ibu (ASI) mengandung lemak, protein dan kasein susu. Produksi susu sekitar 600 – 700 ml / hari. Sifat isotonik dengan plasma. Mengandung protein alfa – laktoalbumin dan beta – laktoglobulin. Colostrum adalah air susu pada masa-masa awal pascapersalinan ( 5 hari sampai 4 minggu). ASI terdiri dari air, alfa – laktoalbumin, laktosa, kasein, asam amino, dan mengandung antibodi terhadap kuman, virus dan jamur. Demikian juga ASI mengandung growth factor yang berguna di antaranya untuk perkembangan mukosa usus.
ASI akan melindungi bayi terhadap infeksi dan juga merangsang pertumbuhan bayi yang normal. Antibodi yang terkandung dalam air susu adalah imunoglobulin A (Ig A), bersama dengan berbagai sistem komplemen yang terdiri dari makrofag, limfosit, laktoferin, laktoperisidase, lisozim, laktoglobulin, interleukin sitokin dan sebagainya. (4,5)

                            KOMPONEN PADA AIR SUSU IBU

Component Human Milk
Carbohydrates
Lactose 7.3 g/dl
Oligosaccharides 1.2 g/dl
Proteins
Caseins 0.2 g/dl
a-Lactalbumin 0.2 g/dl
Lactoferrin 0.2 g/dl
Secretory IgA 0.2 g/dl
ß-Lactoglobulin None
Milk Lipids
Triglycerides 4.0 %
Phospholipids 0.04 %
Minerals
Sodium 5.0 mM
Potassium 15.0 mM
Chloride 15.0 mM
Calcium 8.0 mM
Magnesium 1.4 mM

5.     MANFAAT DAN CARA PEMBERIAN ASI

Pemberian ASI harus dianjurkan kepada setiap ibu yang melahirkan oleh karena :

1.      asi yang pertama (kolostrum) mengandung beberapa benda penangkis (anti body) yang dapat mencegah infeksi pada bayi
2.      bayi yang minum asi jarang menderita gastroenteritis
3.      lemak dan protein asi mudah dicerna dan diserap secara lengkap dalam saluran pencernaan ; asi merupakan susu yang paling baik untuk pertumbuhan dan tidak mungkin bayi akan menjadi gemuk berlebihan dengan asi (obese)
4.      kemungkinan bayi menderita kejang oleh karena hipokalsemia sangat sedikit
5.      pemberian asi mengeratkan hubungan antara ibu dan bayi ; dan ini sangat dibutuhkan bagi perkembangan bayi yang normal terutama pada bulan-bulan pertama kehidupan
6.      asi merupakan susu buatan alam yang lebih baik dari pada susu buatan mana pun oleh karena mengandung benda penangkis
7.      rangsang isap membantu mempercepat pengecilan uterus

Bayi normal sudah dapat disusui segera sesudah lahir. Pemberian asi pada anak lahir ini haruslah on demand. Pada hari ketiga bayi sudah harus menyusu selama 10 menit pada mamma ibu dengan jarak waktu 3 – 4 jam. Bayi pada permulaan minum on demand, pada minggu-minggu berikutnya sudah dapat dipenuhi kebutuhannya dengan minum setiap 3 – 4 jam. (4,5)


Tabel Kebutuhan cairan menurut usia
USIA
(CC/KG/BB/HARI)
0 – 3 hari
80- 100
3 – 10 hari
125 –160
10  hari – 3 bulan
140 – 180
3 - 6 bulan
130 – 155
6 – 9 bulan
125 – 145
9 bulan – 1 tahun
120 –135
1 – 2 tahun
115 – 125
2 – 4 tahun
100 – 110
4 – 6 tahun
90 – 100
6 – 10 tahun
70 – 85
10 – 14 tahun
50 – 60
14 – 18 tahun - dewasa
40 - 50
  

6.     KESIMPULAN

  1. ASI eksklusif adalah penting untuk pertumbuhan bayi
  2. Bayi yang minum asi jarang terkena infeksi
  3. Pemberian asi dapat mengeratkan hubungan antara ibu dan bayi
  4. Rangsangan isap sewaktu pemberian asi dapat mempercepat pengecilan uterus
  5. Penerangan sebaik-baiknya tentang maksud dan tujuan pemberian susu sedini-dininya haruslah diketahui oleh ibu supaya dapat menjamin kesehatan bayi.




DAFTAR PUSTAKA


1.      Indonesia, Departemen Kesehatan, Direktorat Bina Gizi Masyarakat, Dikjen Pembinaan Kesehatan Masyarakat (1992). Pedoman Pemberian Makanan Tambahan Pendamping ASI (MP-ASI) Jakarta, hal. 2, 3, 5
2.      Evi NA (1992). Sudahkah Bayi Anda DIberi ASI? Warta Demografi, Th XXII, No.8, Agustus 1992, Jakarta: 5, hal. 6, 7
3.   Indonesia, Departemen Kesehatan, Badan Litbangkes-BPS (1992). Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT), Jakarta, hal. 1, 2, 12
4.      Ratna LB (1995). Perubahan Perilaku Pemberian ASI di Indonesia. Majalah Kesehatan Perkotaan II (I), Jakarta: 84, hal. 3
5.      Neville and Neifert Lactation: Physiology Nutrition and Breast-feeding. Plenum Press N.Y. (1983). Available from :URL:http://www. Lactation Biology.com
6.      Wiknjosastro. H. Saifuddin A.B. Rachimhadhi T. Ilmu Kebidanan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Edisi Ketiga, 1997, hal. 259.



ads

Ditulis Oleh : Saa Hari: 5/28/2012 03:57:00 pm Kategori:

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih telah membaca artikel dari blog ini. Jika ada yang kurang dipahami dari artikel di atas, silahkan berdiskusi melalui kotak komentar di bawah ini, insyaAllah akan saya jawab :)

 

Pembaca

Blog Archive